Vaksin Astrazeneca Dipastikan Enggak Ada Unsur Babi Lho

Berkat informasi yang diterima oleh mRNA, sel tubuh penerima kemudian mampu meniru patogen dan membuat protein spike yang berfungsi memicu respons imun. Selain itu, AstraZeneca menyatakan bahwa produk vaksinnya telah dinyatakan aman dan efektif untuk mencegah penularan COVID-19. “Semua instansi terkait pasti melakukan pengecekan, diskusi dengan para ahli, pakar, dan akhirnya apapun yang diputuskan itulah yang terbaik. Tugas kami tinggal melaksanakan vaksinasi di wilayah Jakarta,” kata dia.

Selain itu, dalam proses akhir pembuatan vaksin itu, bahan-bahan najis tersebut harus dipisahkan. Sedang, MUI Jatim dan PWNU Jatim berpegang pada hasil akhir dari pembuatan vaksin bukan pada prosesnya. Ini sesuai ketentuan fiqh, nahnu nahkumu bid dlawahir wa Allah yatawalla bis sara-ir. Syariat tidak menuntut untuk menyelidiki lebih dalam dan mendetail bagaimana asal dan prosesnya yang penting hasil akhirnya tidak terdapat unsur najis dan haram maka hukumnya suci dan halal.

Vaksin Sinovac babi

Perlu diketahui bahwa sel vero adalah sel yang pada awalnya diisolasi dari ginjal Monyet Hijau Afrika. Pada awal tahun 1960-an oleh ilmuan Jepang Yasumura dan Kawakita, sel ini “direkayasa” sedemikian rupa sehingga bersifat immortal . Galur sel seperti sel vero ini menjadi sistim model atau “alat/tools” yang digunakan secara luas baik untuk kepentingan riset dasar di bidang virologi maupun industri farmasi termasuk industri vaksin. Selain karena mudah ditumbuhkan dan diperbanyak, sel vero memiliki kelebihan diantaranya dapat membiakkan virus dalam jumlah besar sehingga bagi industri, biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi virus dalam jumlah massal menjadi lebih ekonomis. Dari satu batch perbanyakan virus misalnya, sel Vero dapat menghasilkan jutaan partikel virus per mililiter. Dalam percobaan-percobaan di laboratorium virologi, selain digunakan untuk mengisolasi dan memperbanyak berbagai macam virus, sel Vero juga adalah mannequin “in vitro”yang in style untuk mempelajari karakter dan sifat virus.

Majelis Ulama Indonesia tak perlu repot-repot bersidang untuk menerbitkan fatwa halal bagi vaksin covid-19. Pemerintah dan rakyat tak perlu repot-repot menunggu MUI mengeluarkan fatwa halal untuk vaksin covid-19. Vaksinasi covid-19 penting untuk meningkatkan imunitas manusia terhadap serangan virus korona yang mematikan, yang sampai kemarin telah membunuh 1,5 juta lebih manusia di muka bumi. Tak diragukan vaksin Sinovac dan lainnya sangat penting untuk menyelamatkan kehidupan manusia. Logikanya, bila sesuatu yang jelas-jelas haram jadi halal dalam situasi darurat, sesuatu yang belum jelas haramnya semestinya otomatis halal dalam situasi serupa.

Hasilnya, lanjut dia, ada tiga hal besar terkait bahan dan sumber bahan dari vaksin Sinovac ini, yakni penggunaan diploid cell untuk sel vero, yakni sel yang pada awalnya diisolasi dari ginjal Monyet Hijau Afrika. Seperti diketahui, pemerintah menargetkan program vaksinasi dilaksanakan pada Rabu, thirteen Januari 2021 dan Presiden Jokowi akan menjadi orang yang pertama disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Menag Yaqut juga memastikan bahwa proses pembuatan bahan baku vaksin menggunakan fasilitas yang suci dan hanya digunakan untuk vaksin Covid-19.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir saat video convention dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kamis, 27 Agustus 2020. Menurut Nanung, yang paling meresahkan masyarakat hoaks soal kehalalan vaksin. Di Indonesia, Komisi Fatwa MUI sendiri memberi fatwa Sinovac halal dan suci, sehingga masyarakat tidak harus ragu dan khawatir atas vaksin buatan Cina itu.

Selanjutnya, pendapat Qasthalani dalam Irsyadu as-Sari yang menjelaskan, berobat karena sakit dan menjaga diri dari wabah adalah wajib. Pemerintah sejumlah negara Muslim telah mengambil langkah untuk mengatasi masalah tersebut. Kendati demikian, masih diperlukan uji kehalalan dari Majelis Ulama Indonesia guna mendapatkan sertifikasi halal resmi.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir saat video convention dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kamis, 27 Agustus 2020. Meski sempat ramai menjadi pro kontra vaksin Covid-19 produksi Astrazeneca, namun PWNU Jatim menegaskan sikap jika hukum vaksinasi adalah wajib diikuti. Pihaknya juga meyakinkan jika vaksinasi ini suci tidak mengandung babi seperti yang diisukan. Untuk meyakinkan umat Islam di seluruh dunia, Badan Otoritas Produk Obat dan Kesehatan Inggris juga telah melansir keterangan bahwa semua tahapan pembuatan vaksin itu tidak ada satupun yang menggunakan produk turunan babi.