Tegaskan Belum Ada Orang Meninggal Karena Vaksin, Komnas Kipi

Vaksin AstraZeneca juga telah disetujui oleh WHO untuk masuk dalam Emergency Use Listing. Menurut BPOM, information dari WHO akan menjadi bahan untuk melihat mutu, kualitas, dan khasiat dari vaksin AstraZeneca. Vaksin Oxford-AstraZeneca juga menawarkan perlindungan terbatas terhadap penyakit ringan dan sedang yang disebabkan oleh varian Covid-19 dari Afrika Selatan.

Dan terus diingatkan, walau vaksinasi sudah digalakkan, kita tetap harus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Push-up problem secara online yang diinisiasi Muscle First viral di TikTok, dengan mencapai eight juta pengikut video. Faktor pertimbangan WHO, selain harga vaksin AstraZeneca per dosisnya sangat murah, yakni hanya sekitar 15 persen dari harga vaksin BioNTech atau Moderna. Digelar pemerintah Indonesia dengan menggunakan beberapa jenis merek vaksin Covid-19 sekaligus.

Hal itu bertujuan untuk memicu sistem kekebalan tubuh terhadap virus tanpa menimbulkan respons penyakit yang serius. Metode inactivated virus ini adalah metode yang sering dipakai dalam pengembangan vaksin lain seperti polio dan flu. Berdasarkan data ini, vaksin mendapat izin penggunaan dari lembaga pengawas obat Eropa-EMA dan lebaga serupa di berbagai negara. Seperti diketahui, mutasi virus corona ini telah membuat peningkatan kasus di Inggris, Amerika Serikat, dan beberapa negara lainnya. Tujuannya untuk memicu sistem kekebalan tubuh terhadap virus tanpa menimbulkan respons penyakit yang serius. Vaksin produksi Sinovac menjalani uji klinis di China, Indonesia, Turki, Brazil, dan Bangladesh.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pasokan vaksin yang diterima dari pemerintah pusat menurut perhitungan cukup untuk memvaksinasi seluruh pedagang, guru, dan dosen di Kota Surabaya. Sedangkan untuk efek samping yang ditimbulkan baik Sinovac dan AstraZeneca kembali kepada masing-masing personal yang divaksin seperi pegal. Namun, efek samping yang ditimbulkan ringan dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya. Para pakar mengatakan, manfaat vaksinasi jauh lebih besar dari efek sampingnya.

Vaksin Astrazeneca buatan mana

Juga WHO menyarankan vaksinasnya bagi yang mengidap penyakit autoimun dan yang sistem pertahanan tubuhnya lemah karena berbagai penyebab. Tapi juga disarankan untuk melakukan konsuktasi dengan dokter sebelum mendapat vaksinasinya. Organisasi Kesehatan Dunia WHO dalam pernyataan 10 Februari lalu menyarankan, tetap memanfaatkan vaksin AstraZeneca, juga jika di negara bersangkutan tercatat penyebaran varian virus mutasi. Pasalnya, vaksin tetap memberikan perlindungan melawan bagian virus yang tidak mengalami mutasi.

Riset keampuhan vaksin AstraZeneca terhadap virus varian mutasi Inggris yang disebut varian B117 yang dilakukan di Inggris, melaporkan efikasinya sekitar seventy five persen. Efikasi sedikit di bawah keampuhan terhadap virus asli, tapi masih tergolong sangat bagus. Pemerintah Indonesia mendapat dukungan dari para ulama di Jawa Timur untuk menggunakan vaksin AstraZeneca buatan Inggris dalam program vaksinasi massal. Adanya dukungan dari para kiai dan Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur ini diungkap Presiden Joko Widodo saat meninjau vaksinasi di Kabupaten Sidoarjo, Senin (22/3) pagi ini. Data Satgas Covid-19 menyebutkan dari enam hingga tujuh orang yang berkerumun, ada satu yang terdeteksi positif virus corona. “Dengan kondisi ini maka Indonesia termasuk dalam posisi empat besar negara di dunia yang bukan produsen vaksin, tetapi merupakan negara yang tertinggi dalam melakukan penyuntikan,” kata Nadia.

Vaksin Astrazeneca tidak dianjurkan untuk diberikan kepada orang yang sedang demam dengan suhu di atas 38°C, menderita COVID-19, atau menderita penyakit infeksi yang berat. Vaksin AstraZeneca atau AZD1222 adalah vaksin untuk mencegah penyakit COVID-19. Vaksin ini merupakan hasil kerja sama antara Universitas Oxford dan AstraZeneca yang dikembangkan sejak Februari 2020. Namun AstraZeneca mengatakan tidak akan mendapat untung dari vaksin selama pandemi ini. SII, produsen vaksin terbesar di dunia, telah bermitra dengan AstraZeneca, Yayasan Gates dan aliansi vaksin Gavi untuk membuat hingga satu miliar dosis untuk negara-negara miskin.

Uji klinis yang dilakukan AstraZeneca pada virus corona varian asli, menunjukkan efikasi seventy six persen setelah pemberian dosis pertama. Bahkan setelah pemberian dosis kedua dalam jeda 12 minggu, efikasi naik hingga minimal 82 persen. Vaksin juga bisa mereduksi beban virus, yang membuat penularan Covid-19 juga makin lambat.

Setelah menerima suntikan, darah akan mempunyai banyak antibodi yang dibutuhkan untuk melawan virus corona. Ditemukan bahwa seventy nine orang–dua pertiga dari mereka perempuan–mengalami pembekuan darah setelah menerima dosis vaksin pertama. Menurut laporan Lancet, efikasi AstraZeneca mencapai 70 persen didasarkan atas analisis interim hasil uji klinis tahap tiga di dua negara, yakni Brasil dan Inggris. Kasus yang terjadi di Ambon, penerima vaksin ternyata sudah terinfeksi Covid-19 terlebih dahulu. Sementara itu, untuk yang di Jakarta penerima diketahui memiliki komorbid radang paru-paru atau pneumonia dan meninggal dunia empat hari setelah melaporkan keluhannya ke Puskesmas atau lima hari berselang setelah menerima vaksin.