Ini Efek Samping Yang Bisa Muncul Usai Disuntik Vaksin Astrazeneca

Sebab dia menilai ada kemungkinan didalamnya terdapat data aparatur sipil negara . Vaksin Sinovac berisi virus inaktif, artinya tidak bisa menginfeksi dan memperbanyak diri. Sedangkan, vaksin AstraZeneca berisi Adenovirus yang tidak memperbanyak diri, namun membawa materi genetik SARS-Cov-2. Indonesiabaik.id – Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan fatwa dibolehkan menggunakan vaksin AstraZeneca untuk vaksinasi COVID-19. Fatwa tersebut ditetapkan melalui nomor 14 tahun 2021 tentang Hukum Penggunaan Vaksin COVID-19 Produk AstraZeneca.

Apakah vaksin Astrazeneca berbahaya

Penelitian vaksinasi yang telah dilakukan berdasarkan model penelitian dunia nyata (real-world) menemukan, satu dosis vaksin mengurangi risiko rawat inap hingga 94% di semua kelompok umur, termasuk bagi mereka yang berusia eighty tahun ke atas. Petugas kesehatan perempuan berusia 35 tahun di Provinsi An Giang meninggal pada Jumat, sehari setelah menerima dosis pertama vaksin COVID-19. Demikian pernyataan kementerian, menambahkan bahwa ia meninggal akibat reaksi alergi yang disebut anafilaksis. Pada Rabu, pejabat kesehatan Denmark mengumumkan keputusan untuk berhenti menggunakan vaksin Astrazeneca. Penghentian diambil karena “kemungkinan hubungan antara kasus yang sangat jarang dari pembekuan darah yang tidak biasa, pendarahan, jumlah trombosit darah rendah” dan vaksin,.

TABLOIDBINTANG.COM- Vaksin Covid-19 AstraZeneca sebanyak lebih dari 1 miliar dosis telah diterima masyarakat dunia dan saat ini merupakan vaksin yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Karena No Batch vaksin tidak sama seperti yang dihentikan pemerintah pusat, pihaknya pun memastikan Vaksin Astrazeneca yang digunakan untuk masyarakat Badung aman. Saat ini disebutkan bahwa di Kabupaten Badung sudah ratusan ribu warga disuntikan dengan vaksin Astrazeneca.

Namun, belakangan, dugaan itu ditepis setelah panel WHO yang berisikan 12 pakar mengkaji kembali data keamanan vaksin AstraZeneca dari Eropa, Inggris, India, dan dari WHO sendiri. European Medicines Agency juga mengatakan bahwa manfaat vaksinasi lebih besar daripada risikonya. Hal ini juga terjadi pada vaksin lain, ANSM mengatakan mereka juga melihat efek samping dari vaksin Pfizer-BioNTech, setelah enam kasus baru pankreatitis akut , termasuk satu kematian, dilaporkan sehubungan dengan suntikan dari April.

Komnas KIPI adalah lembaga kredibel dan independen yang memiliki fungsi dalam mengawasi pelaksanaan vaksinasi khusus untuk kejadian ikutan pasca imunisasi. Hingga saat ini, berdasarkan data Komnas KIPI belum pernah ada kejadian orang yang meninggal dunia akibat vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Dalam beberapa kasus sebelumnya, meninggalnya orang yang statusnya telah divaksinasi COVID-19 adalah karena penyebab lain, bukan akibat dari vaksinasi yang diterimanya. Inggris memberikan izin darurat penggunaan vaksin AstraZeneca yang unsur aktifnya disebut AZD 1222. Berbeda dengan dua vaksin yang pertama mendapat izin, vaksin buatan perusahaan Inggris/Swedia ini adalah vaksin vektor yang dikembangkan dari virus flu simpanse yang dilemahkan.

Manado, BeritaManado.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk sementara menghentikan proses vaksinasi COVID-19 dengan vaksin AstraZeneca . CDC menyatakan rekomendasi lepas masker itu bisa saja tidak dilakukan apabila ada protokol kesehatan yang berbeda. Subkomite GACVS akan terus mengumpulkan dan mengkaji information lebih lanjut, seperti yang telah dilakukan sejak awal program vaksin Covid-19. “Sejak April lalu, Inggris pun hanya memberi AstraZeneca untuk mereka yang berusia di atas 30. Bagi mereka yang di bawah 30, pemerintahnya memberikan alternatif untuk menggunakan vaksin jenis lain. Terima kasih,” tegasnya.

Hasil evaluate pada pertemuan Europe Medicines Agency yang dilaksanakan pada 18 Maret 2021 juga memberikan hasil bahwa manfaat vaksin dalam penanganan COVID-19 lebih besar daripada risiko efek sampingnya. Terkait keamanan vaksin AstraZeneca, BPOM bersama tim pakar KOMNAS Penilai Obat, KOMNAS PP KIPI, dan ITAGI telah melakukan kajian lebih lanjut. BPOM juga berkomunikasi dengan WHO dan Badan Otoritas Obat negara lain dan mendapatkan hasil investigasi dan kajian yang lengkap serta terkini terkait keamanan vaksin COVID-19 AstraZeneca.

“Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak termakan oleh hoax yang beredar. Masyarakat diharapkan selalu mengakses informasi dari sumber terpercaya,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi. Nadia menegaskan bahwa selain AstraZeneca batch CTMAV547, vaksin Covid-19 aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu. Meski begitu, tidak semua batch vaksin AstraZeneca dihentikan distribusi dan penggunaannya.

Vaksin AstraZeneca merupakan vaksin hasil kerja sama Universitas Oxford dan perusahaan farmasi di Inggris, yaitu AztraZeneca. Vaksin ini mengandung virus hasil rekayasa genetika dari virus flu biasa yang tidak berbahaya. Meski sudah mendapat vaksin, Anda tetap harus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19, yaitu dengan mencuci tangan, menjaga jarak dengan orang lain, mengenakan masker saat berada di luar rumah, serta menghindari keramaian. Vaksin AstraZeneca untuk COVID-19 telah menjalani uji klinis di Inggris, Brazil, dan Afrika Selatan. Vaksin ini memiliki nilai efikasi (efek perlindungan terhadap COVID-19) sebesar sixty three,09%. Dari penelusuran tim Cek Fakta Kompas.com,klaim soal kandungan vaksin AstraZeneca yang diwaspadai dan menimbulkan efek samping tidak tepat.

Jika Sinovac hanya butuh 14 hari jeda, namun vaksin AstraZeneca butuh interval selama 12 minggu. Total 10 provinsi di Kanada bertanggung jawab atas penyaluran vaksin AstraZeneca yang telah dibeli pemerintah federal. Sebagian besar pemerintah provinsi merekomendasikan vaksin AstraZeneca untuk warga berusia 40 hingga forty five tahun. Dengan penjelasan itu, Nadia berharap, masyarakat tidak perlu khawatir atas safety vaksin yang kini beredar. “Pemerintah tak mungkin mengedarkan vaksin yang kedaluwarsa,” ujar Siti Nadia sambil tersenyum. “Saya sempat beberapa kali point out aktivis Satgas COVID seprti dr Tirta, saya DM IG, saya tanyakan apakah vaksin ini berbahaya atau tidak tapi no respons,” kata Viki.