Fatwa Mui

Pendistribusian AstraZeneca sebanyak 1,1 juta akan dilakukan paling lambat akhir Maret setelah kantongi izin BPOM. Hal ini menjadi polemik akan vaksin Covid-19 AstraZeneca halal atau haram untuk disuntikan kedalam tubuh. Sementara itu vaksin AstraZeneca yang diterima melalui fasilitas Covax diproduksi di Korea Selatan, memiliki jaminan mutu sesuai commonplace persyaratan global untuk Cara Pembuatan Obat yang Baik . Dia mendukung Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengusut tuntas kebocoran knowledge peserta BPJS Kesehatan. Sebab dia menilai ada kemungkinan didalamnya terdapat knowledge aparatur sipil negara .

“Tripsin digunakan untuk melepas sel inang oleh supplier sebelum dibeli oleh Oxford-AstraZeneca, dan tidak bersinggungan langsung dengan vaksin,” imbuhnya. Dalam proses ini, tahap pertama yang dilakukan adalah propagasi working cell bank secara bertingkat. Dilanjutkan dengan produksi bioreaktor melalui penginfeksian dengan virus seed.

“Mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia baik di Indonesia maupun di tingkat global,” kata Asrorun. Kelima, sambung Asrorun, pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia baik di Indonesia maupun tingkat global. Asrorun Ni’am Sholeh, Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Fatwa mengatakan vaksin AstraZeneca yang diproduksi oleh SK Bioscience di Andong Korea Selatan hukumnya memang haram karena dalam tahapan produksinya memanfaatkan tripsin yang berasal dari babi.

Dia menjelaskan bahwa tripsin babi yang digunakan dalam proses pembuatan vaksin AstraZeneca, dilakukan pada proses awal penanaman untuk menumbuhkan virus pada sel inang. Proses itu pada dasarnya tidak ada persentuhan lagi antara tripsin dan virus. Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Dr. dr. M.

Pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin COVID-19, mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia, baik di Indonesia maupun di tingkat global. Ditegaskan, semua tahapan produksi vaksin AstraZeneca tidak ada satupun yang memanfaatkan produk turunan babi. Dalam pernyataanya, pihak AstraZeneca menegaskan bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca tidak bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya. Di awal proses penanaman, tripsin berguna untuk menumbuhkan virus pada sel inang.

Meskipun sebagian masyarakat masih ada yang ragu-ragu dengan vaksin tersebut. Hanya saja, Pemkot akan membuat kebijakan baru mengenai vaksinasi Covid-19 pada bulan suci. Sel MRC-5 yang melekat pada cawan telah terinfeksi Adenovirus akan mereplikasi diri. Akhirnya, cawan akan penuh dan sel bisa mati atau tidak dapat berkembang. Untuk melepas sel tersebut, dibutuhkan tripsin, alias enzim yang diekstrak dari pankreas hewan . “Memang ketentuannya ketika vaksin yang halal mencukupi sesuai target pemerintah, ya vaksin haram tak digunakan lagi. Tapi kalau masih kurang, yang haram masih bisa digunakan,” jelasnya.

Asrorun Niam, Sekretaris MUI Bidang Fatwa mengungkap alasan lain yang menjadi pertimbangan penggunaan vaksin AstraZeneca. Menurutnya, ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 guna mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity. “Semua tahapan proses produksinya, vaksin vektor virus ini tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya. Di dunia, vaksin ini telah disetujui di lebih dari 70 negara termasuk Arab Saudi, UEA, Kuwait, Bahrain, Oman, Mesir, Aljazair, dan Maroko dan banyak Dewan Islam di seluruh dunia telah menyatakan sikap bahwa vaksin diperbolehkan untuk para muslim,” beber Atoillah.

Saat ini digunakan untuk mengobati infeksi COVID-19 pada manusia, termasuk presiden Amerika Serikat. Hasil awal dari penelitian ini menunjukkan bahwa ia memiliki aktivitas yang kuat terhadap SADS-CoV, meskipun Edwards memperingatkan bahwa diperlukan lebih banyak pengujian pada jenis sel tambahan dan pada hewan untuk mengkonfirmasi temuan ini. Ia juga menjelaskan, kebijakan serupa pernah MUI lakukan mana kala memutuskan izin penggunaan halal vaksin meningitis untuk jemaah haji dan umroh pada 2010 lalu, serta vaksin campak dan rubella pada 2018 silam. Ada keterangan dari ahli yang kompeten dan terpeceya tentang bahaya atau risiko fatal jika tidak segera dilakukan vaksinasi COVID-19.

Vaksin Astrazeneca babi

Untuk itu, di produk akhir vaksin COVID-19 AstraZeneca sudah tidak ada unsur babi sama sekali. Ibarat analoginya jika kita menanam pohon, menggunakan pupuk kandang yang kandungannya termasuk najis, tetapi ketika menghasilkan buah, maka si buah tidak lantas menjadi najis juga,” tegas Dr. Atoilah. Menko PMK Muhadjir Effendy menyatakan vaksin AstraZeneca dapat langsung digunakan karena tidak mengandung bahan dari hewan apapun. Menko Muhadjir menegaskan vaksin ini dapat dipertanggungjawabkan dari sisi medis maupun agama.

“Organisasi kesehatan dunia PBB mengatakan jangan memilih vaksin Covid-19 karena semua sama baiknya,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Zubairi mengatakan, semua vaksin yang telah dibeli pemerintah pasti baik karena telah melewati prosedur ketat, termasuk dalam aspek klinis. Dia setuju jika pemerintah hanya menghentikan distribusi dan penggunaan vaksin Astrazeneca batch CTMAV547 untuk diuji toksisitas dan sterilitasnya. Sedangkan untuk vaksin AstraZeneca secara keseluruhan, menurut dr. Jane, sudah teruji penggunaan dan manfaatnya. Terbukti, AstraZeneca adalah vaksin Covid-19 yang paling banyak digunakan di dunia.